BAHAN AJAR BAHASA ARAB KELAS 10

ISIM DAN FIIL

Isim adalah kata yang menunjukkan suatu makna pada dirinya sendiri dan tidak terikat dengan waktu. Dalam bahasa Indonesia, isim padanan dengan kata benda atau nomina, bisa juga merujuk pada kata sifat (adjektiva).

Isim dapat merujuk pada:

  • Orang: (مُحَمَّدٌ – Muhammad)
  • Hewan: (أَسَدٌ – singa)
  • Tumbuhan: (زَهْرَةٌ – bunga)
  • Benda mati: (كِتَابٌ – buku, بَيْتٌ – rumah)
  • Tempat: (مَكَّةُ – Mekah)
  • Waktu: (يَوْمٌ – hari)
  • Sifat: (جَمِيلٌ – indah)
  • Konsep: (عِلْمٌ – ilmu)

Ciri-ciri isim:

  • Menerima Alif Lam (ال-): Misalnya, بَيْتٌ (rumah) menjadi الْبَيْتُ (rumah itu).
  • Menerima Tanwin: Akhiran kata bisa berupa tanwin fathah (-ًا), tanwin kasrah (-ٍ), atau tanwin dhommah (-ٌ). Contoh: كِتَابٌ (sebuah buku).
  • Didahului oleh huruf jar (preposisi): Contoh huruf jar: مِنْ (dari), إِلَى (ke), فِيْ (di/dalam), عَلَى (di atas). Kata setelah huruf jar pasti isim. Contoh: ذَهَبْتُ مِنَ الْبَيْتِ (Saya pergi dari rumah).
  • Didahului oleh ya’ nida’ (kata seru): Misalnya, يَا مُحَمَّدُ (Wahai Muhammad!).
  • Bisa menjadi mudhaf (kata yang disandarkan) atau mudhaf ilaih (kata sandaran).

Fi’il (Kata Kerja/Verba)

Fi’il adalah kata yang menunjukkan suatu tindakan, keadaan, atau peristiwa yang terikat dengan waktu. Dalam bahasa Indonesia, fi’il padanan dengan kata kerja atau verba. Keterikatan dengan waktu ini membedakan fi’il dari isim.

Fi’il terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan waktunya:

  1. Fi’il Madhi (فعل ماضٍ): Kata kerja yang menunjukkan kejadian atau perbuatan yang sudah terjadi (masa lampau).
    • Contoh: كَتَبَ (dia telah menulis), دَرَسَ (dia telah belajar).
  2. Fi’il Mudhari’ (فعل مضارع): Kata kerja yang menunjukkan kejadian atau perbuatan yang sedang atau akan terjadi (masa sekarang atau masa depan).
    • Contoh: يَكْتُبُ (dia sedang/akan menulis), يَدْرُسُ (dia sedang/akan belajar).
  3. Fi’il Amr (فعل أمر): Kata kerja yang menunjukkan perintah atau instruksi untuk melakukan sesuatu.
    • Contoh: اُكْتُبْ (tulislah!), اِقْرَأْ (bacalah!).

Ciri-ciri fi’il:

  • Menerima huruf qad (قد): Qad bisa masuk pada fi’il madhi maupun fi’il mudhari’. Contoh: قَدْ دَرَسَ (sungguh dia telah belajar), قَدْ يَدْرُسُ (terkadang dia sedang belajar).
  • Menerima sin (سَـ) atau saufa (سَوْفَ): Keduanya menunjukkan makna “akan” di masa depan, tetapi sin untuk waktu dekat dan saufa untuk waktu yang lebih jauh. Keduanya hanya bisa masuk pada fi’il mudhari’. Contoh: سَيَكْتُبُ (dia akan menulis sebentar lagi), سَوْفَ يَكْتُبُ (dia akan menulis nanti).
  • Menerima ta’ ta’nits sakinah (تاء التأنيث الساكنة): Ini adalah ta sukun yang menunjukkan subjeknya adalah perempuan. Hanya masuk pada fi’il madhi. Contoh: كَتَبَتْ (dia perempuan telah menulis).

Singkatnya, perbedaan utama antara isim dan fi’il adalah:

  • Isim (kata benda/sifat) tidak terikat waktu.
  • Fi’il (kata kerja) terikat waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *